Kegiatan Ngayah oleh Mahasiswa UNDIKSHA Sebagai Wujud Religiusitas Generasi Muda Bali

  • 26 Juli 2017
  • Dibaca: 48 Pengunjung
Kegiatan Ngayah oleh Mahasiswa UNDIKSHA Sebagai Wujud Religiusitas Generasi Muda Bali

Kegiatan KKN UNDIKSHA tidak hanya berorientasi pada kegiatan akademis dan pengembangan sumber daya manusia, tetapi juga mencakup kegiatan sosial budaya yang ada di desa. Secara harfiah, ngayah berarti pekerjaan sukarela untuk kebaikan bersama. Ngayah adalah sejenis gotong royong yang merupakan budaya dalam masyarakat Bali. Selama menjalani program KKN, Mahasiswa UNDIKSHA ikut serta dalam kegiatan ngayah di Desa Pikat. Kegiatan Ngayah ini tersebar ke 3 tempat yaitu di Banjar Adat Sente, Desa Pakraman Gelogor dan Banjar Adat Intaran. Kegiatan ini dilaksanakan sehubungan dengan dilaksanakannya upacara Ngaben secara masal di ketiga tempat tersebut. Di tempat upacara, Mahasiswa UNDIKSHA bercengkrama dengan masyarakat dan turut membantu dalam pelaksanaan upacara Ngaben seperti membantu menyambut tamu yang datang, memberikan hidangan ke para tamu, mengikuti proses upacara Ngaben dan lain - lain. Mahasiwa berharap, melalui kegiatan ngayah ini dapat terus dilestarikan oleh masyarakat di Desa Pikat.                            

 

The Share Work Activity “Ngayah” as the Reflection of the Religious and Spiritualism of the Young Generation of Bali

The program of the Social Service Students of UNDIKSHA is not only about academic and the development of Human, but they also focus on the activity that covers the social and cultural in the Pikat Village. The meaning of “Ngayah” is about doing something with love and hearth. This activity is so common especially for the Balinese people who still keep the ancient tradition. During the period of Social Service Program, the students of UNDIKSHA joined this activity. The locations were in Sente, Gelogor, and Intaran Sub-village. This activity was also as the series of Ngaben (the ceremony for the death body). Ngaben was held in those sub-villages. Then, the students of the social service helped to great the guess, sharing the foods and drink, and lend a hand for the other need.  As the wish, the young generation can keep this tradition.

  • 26 Juli 2017
  • Dibaca: 48 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita